
Langkah terbaru dari PT Bank Central Asia Tbk (BCA) ini memang menarik. Mereka menargetkan fasilitasi penerbitan 2.000 sertifikat halal untuk UMKM di Indonesia, dan ya—itu bukan angka kecil. Program ini bagian dari upaya mereka mendukung pelaku usaha kecil dan menengah agar bisa lebih kompetitif, khususnya di pasar yang mengutamakan kehalalan produk. Apalagi kita tahu, konsumen sekarang makin sadar dan selektif terhadap apa yang mereka konsumsi.
Melalui kolaborasi dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), BCA membantu pelaku UMKM, baik dari sisi biaya maupun proses administratif. Seringkali, masalah terbesar bukan cuma niat atau semangat para pelaku usaha buat berkembang, tapi… ya itu tadi, birokrasi dan biaya tambahan yang kadang membingungkan dan terasa membebani.
Menariknya lagi, program ini tidak berdiri sendiri. Ini adalah bagian dari inisiatif “Bangga Lokal” yang digagas BCA sejak 2020. Mungkin kamu pernah dengar atau lihat kampanye mereka yang ngangkat produk lokal ke tingkat nasional. Jadi, sertifikat halal ini adalah semacam perpanjangan dari semangat itu—meyakinkan konsumen bahwa produk lokal juga layak bersaing secara etika dan standar.
Salah satu hal yang membuat saya pribadi tertarik adalah proses pendampingannya. UMKM yang ikut tidak hanya dibantu secara teknis mendapatkan sertifikat, tapi juga didampingi dari segi branding dan pemasaran, agar produknya relevan dengan kebutuhan pasar saat ini. Ini penting, karena sekadar punya label halal saja kadang belum cukup. Gaya komunikasi, kemasan, bahkan narasi di media sosial juga berpengaruh besar.
Saya sempat berbicara dengan seorang teman pelaku UMKM yang ikut program ini. Dia cerita, awalnya agak skeptis. Tapi setelah menjalani prosesnya, ternyata cukup membantu, meski dia juga bilang masih perlu banyak penyesuaian. Terutama buat usaha kecil yang masih ‘belajar jalan’. Ya, nggak semuanya langsung lancar, dan itu normal. Tapi jalur dukungan seperti ini bisa jadi pijakan awal yang baik.
Kalau dipikir-pikir, sertifikasi halal itu sekarang bukan cuma soal agama. Tapi juga jadi semacam jaminan mutu, terutama buat konsumen global. Coba aja lihat tren ekspor produk Indonesia—banyak pasar luar negeri makin ketat soal kehalalan dan keamanan produk. Jadi, punya sertifikat halal bisa jadi tiket masuk ke pasar yang lebih luas. Mungkin belum sekarang, tapi langkah itu tetap penting untuk jangka panjang.
Tentu saja, masih ada tantangan. Tidak semua pelaku UMKM siap dari sisi administrasi, atau punya waktu lebih untuk urus sertifikasi. Itulah kenapa pendampingan dan simplifikasi proses jadi sangat krusial. BCA tampaknya menyadari itu—dan kita lihat nanti, semoga bukan cuma angka 2.000 saja yang dikejar, tapi dampaknya benar-benar terasa di lapangan.
Informasi lebih lanjut soal program ini bisa ditemukan di sumber resmi BCA.
Q & A
1. Sertifikat halal itu penting nggak sih buat UMKM?
Sangat penting, apalagi kalau target pasarnya adalah konsumen Muslim atau pasar luar negeri. Ini bukan cuma soal kepercayaan, tapi juga soal standarisasi dan akses pasar yang lebih besar.
2. Apakah proses mendapatkan sertifikasi halal rumit?
Sebenarnya bisa rumit, terutama bagi UMKM pemula. Tapi dengan adanya pendampingan dari program seperti milik BCA ini, proses itu bisa jadi lebih mudah dan terarah.
3. Apakah hanya pelaku makanan dan minuman yang bisa ikut program ini?
Tidak. Bahkan produk non-pangan seperti kosmetik, obat tradisional, dan pakaian bisa juga bersertifikat halal. Intinya, semua produk yang digunakan atau dikonsumsi punya potensi untuk itu.
4. Gimana cara UMKM tahu mereka bisa daftar ke program ini?
Biasanya lewat sosial media resmi BCA, komunitas UMKM, atau bisa langsung hubungi kantor BCA terdekat. Informasi tentang program “Bangga Lokal” juga tersedia di website resmi BCA.
5. Apakah program ini akan berlanjut ke tahun depan?
Belum pasti, tapi melihat respon dan semangatnya, besar kemungkinan BCA akan terus melanjutkan atau mengembangkan program serupa.
Penutup
Secara garis besar, inisiatif BCA memfasilitasi 2.000 sertifikat halal untuk UMKM patut diapresiasi. Ini bukan hanya soal menambah angka di atas kertas, tapi membuka jalan lebih luas bagi pelaku usaha kecil untuk berkembang. Dengan hadirnya jaminan halal, produk lokal bisa naik kelas, masuk ke pasar yang lebih luas dengan kepercayaan yang lebih tinggi dari konsumen.
Kalau kamu punya usaha kecil, atau kenal seseorang yang sedang merintis bisnis, mungkin inilah saat yang tepat untuk mempertimbangkan sertifikasi halal. Tidak hanya sebagai nilai tambah, tapi juga sebagai bukti bahwa usahamu siap bersaing di level yang lebih tinggi. Dan jangan lupa: perjalanan menuju sukses itu tidak instan. Tapi setiap langkah kecil yang diambil hari ini bisa membawa perubahan besar nantinya.
Yuk, mulai cari tahu lebih jauh. Apa kamu sudah tahu jenis produkmu bisa disertifikasi? Bagaimana proses daftarnya? Siapa tahu, justru lewat langkah kecil ini, usahamu bisa dilirik pasar global.
Percayalah, UMKM bukan usaha kecil-kecilan. Mereka adalah tulang punggung ekonomi. Dan kalau mereka bisa lebih percaya diri karena punya sertifikat halal, dampaknya bisa ke mana-mana—termasuk menciptakan lapangan kerja dan ekonomi daerah yang lebih hidup.
Ambil langkahmu sekarang. Mulai dari yang sederhana. Satu produk, satu sertifikat… siapa tahu satu dunia bakal melihatnya.
“Mimpi besar tidak harus dimulai dengan modal besar. Kadang cukup dengan satu keputusan tepat di waktu yang pas.”
Pernahkah kamu mempertimbangkan sertifikasi halal untuk produk yang kamu buat? Apa yang bikin kamu ragu? Ayo kita ngobrol di kolom komentar.
Sumber: BCA.co.id, BPJPH, Kemenkop UKM RI