Lompat ke konten

Mengenal Lebih Dalam Fitur Safety Mode pada Aplikasi BRImo Terbaru

  • oleh

Fitur Safety Mode pada Aplikasi BRImo Terbaru

Transaksi digital kini jadi kebiasaan harian: bayar tagihan, transfer antarbank, hingga top up e-wallet. Namun di balik kemudahan itu, risiko seperti penipuan, peretasan, dan kebocoran data juga meningkat. Di sinilah fitur Safety Mode pada aplikasi BRImo versi terbaru hadir sebagai garis pertahanan tambahan. Safety Mode dirancang untuk membatasi aktivitas berisiko saat terjadi kondisi darurat, seperti ponsel hilang, akun terindikasi dicoba akses pihak lain, atau Anda merasa ada transaksi mencurigakan.

Artikel ini membedah cara kerja Safety Mode BRImo, kapan sebaiknya diaktifkan, langkah mengaktifkan dan menonaktifkan, plus tips praktis agar uang dan data Anda tetap aman. Anda juga akan menemukan studi kasus sederhana, daftar cek sebelum mengaktifkan fitur, serta tanya jawab singkat yang menuntun Anda mengambil keputusan cepat dan tepat.

Apa Itu Safety Mode BRImo dan Bagaimana Cara Kerjanya

Safety Mode di BRImo adalah mode perlindungan cepat yang membatasi sebagian besar fungsi transaksi berisiko saat diaktifkan. Tujuan utamanya sederhana: mencegah uang keluar tanpa izin dan meminimalkan paparan data sensitif ketika akun atau perangkat berpotensi tidak aman. Ketika Safety Mode aktif, sistem akan memprioritaskan keamanan terlebih dahulu, kenyamanan kemudian. Itu berarti beberapa fitur yang biasa Anda pakai mungkin dihentikan sementara sampai Anda merasa situasi sudah aman kembali.

Secara umum, pengaktifan Safety Mode dapat berdampak pada hal-hal berikut, bergantung pada kebijakan keamanan yang berlaku di aplikasi versi terbaru: pembatasan transaksi keluar seperti transfer, pembayaran, dan pembelian; penyembunyian sebagian informasi sensitif seperti saldo penuh atau riwayat tertentu; pemblokiran sementara perubahan kredensial atau perangkat tepercaya; penguatan autentikasi untuk akses kembali. Dalam praktiknya, limitasi ini bersifat sementara dan akan kembali normal saat Anda menonaktifkan Safety Mode dengan verifikasi yang sesuai.

Kenapa pembatasan seperti ini penting? Di skenario nyata, pelaku sering memanfaatkan momen panik ketika pengguna kehilangan ponsel atau saat pengguna tanpa sadar membagikan OTP. Safety Mode berperan sebagai rem darurat sehingga waktu kritis itu bisa digunakan untuk langkah-langkah lanjutan, misalnya mengganti PIN, memutus sesi login di perangkat lain, atau menghubungi layanan resmi BRI. Bagi banyak pengguna, perlindungan berbasis mode darurat ini terasa lebih mudah dilakukan daripada harus melakukan blokir total rekening, karena Safety Mode memberi jeda aman sembari mempertahankan akses kontrol pengguna atas akunnya.

Untuk memperkuat keamanan, pastikan ponsel Anda sudah memenuhi prinsip hygiene digital dasar: BRImo versi terbaru, sistem operasi dan patch keamanan terkini, kunci layar aktif, serta tidak menginstal aplikasi dari sumber tidak tepercaya. Kombinasi praktik ini dengan Safety Mode akan meningkatkan posture keamanan Anda secara signifikan.

Baca Juga  Tips Menetapkan Spot ATM Optimal untuk Keuntungan Maksimal

Kapan Sebaiknya Mengaktifkan Safety Mode: Indikasi dan Skenario Nyata

Gunakan Safety Mode saat Anda merasakan salah satu dari kondisi berikut. Pertama, ponsel hilang atau dicuri. Meski Anda cepat mengganti kata sandi, selalu ada jeda waktu yang bisa dimanfaatkan pihak tak bertanggung jawab. Mengaktifkan Safety Mode menutup celah ini dengan membatasi transaksi keluar. Kedua, muncul peringatan login mencurigakan atau Anda melihat perangkat asing di riwayat sesi. Misalnya, Anda menerima notifikasi adanya percobaan akses dari lokasi yang tidak dikenal. Dalam keadaan seperti ini, aktifkan Safety Mode lebih dulu, baru lakukan penelusuran sebab. Ketiga, Anda terlanjur memasukkan OTP atau PIN ke situs yang tidak resmi karena terburu-buru. Safety Mode bisa menahan kerusakan lanjutan sembari Anda mengamankan kredensial.

Keempat, saldo atau mutasi tampak tidak wajar. Jika Anda mendapati transfer kecil-kecil tanpa izin, sering kali itu merupakan langkah uji coba pelaku. Safety Mode memberi Anda ruang untuk melakukan audit akun, mengecek perangkat tepercaya, dan menghubungi bank. Kelima, Anda berada di jaringan publik yang tidak aman. Walau tidak selalu perlu, mengaktifkan Safety Mode saat harus mempertahankan akses aplikasi di jaringan berisiko dapat mengurangi probabilitas aksi berbahaya, terutama bila Anda mencurigai adanya serangan phishing atau man-in-the-middle.

Contoh skenario singkat: Seorang pengguna menerima telepon yang mengaku dari pihak bank dan berhasil membujuknya memberikan kode OTP. Ia langsung curiga ketika ada notifikasi percobaan login. Ia mengaktifkan Safety Mode di BRImo, lalu mengganti PIN, memeriksa daftar perangkat aktif, dan menghapus perangkat yang tidak dikenali. Setelah yakin aman dan menghubungi layanan resmi BRI untuk verifikasi tambahan, barulah ia menonaktifkan Safety Mode. Hasilnya, tidak ada transaksi keluar yang lolos selama periode kritis tersebut.

Intinya, Safety Mode idealnya diaktifkan saat Anda butuh jeda aman untuk menganalisis situasi. Anda tak harus menunggu bukti 100 persen ada pembobolan; indikasi yang kuat atau perasaan tidak aman yang rasional sudah cukup untuk menekan tombol aman ini.

Cara Mengaktifkan dan Menonaktifkan Safety Mode BRImo

Menu dan tampilan dapat berubah mengikuti pembaruan aplikasi. Namun, alur umumnya sederhana dan intuitif. Berikut langkah-langkah umum yang bisa Anda jadikan panduan. Untuk mengaktifkan Safety Mode: pastikan Anda telah masuk ke akun BRImo; buka bagian profil atau pengaturan keamanan; cari opsi bertajuk Safety Mode, Keamanan Darurat, atau istilah sejenis; baca ringkasan efek yang akan terjadi pada akun Anda; konfirmasi aktivasi dengan autentikasi yang diminta, misalnya PIN atau biometrik. Setelah aktif, coba lakukan uji kecil, misalnya membuka halaman transaksi untuk memastikan pembatasan berjalan. Jangan paksa transaksi penting di periode ini, karena tujuannya memang membatasi aktivitas keluar.

Untuk menonaktifkan Safety Mode: kembali ke menu yang sama; pilih nonaktifkan Safety Mode; lakukan verifikasi, biasanya dengan PIN atau biometrik; ikuti saran pasca-menonaktifkan, seperti mengganti PIN, mengecek perangkat tepercaya, dan meninjau mutasi terakhir. Jika Anda menyalakan Safety Mode akibat dugaan kompromi, sebaiknya lakukan tindakan tambahan sebelum menonaktifkan: ganti PIN dan kata sandi yang terhubung, hapus perangkat yang tidak dikenali, perbarui aplikasi ke versi terbaru, dan pertimbangkan mengaktifkan notifikasi transaksi real-time.

Baca Juga  3 Cara Pengajuan Kredit Kendaraan Bermotor Mandiri dan Syarat

Tips tambahan agar proses berjalan mulus: selalu perbarui aplikasi BRImo ke versi terbaru via toko aplikasi resmi; aktifkan biometrik untuk akses lebih aman dan cepat; jangan membagikan OTP atau PIN kepada siapa pun, termasuk yang mengaku pihak bank; simpan kontak resmi BRI atau akses halaman resmi seperti BRImo di situs BRI untuk panduan terkini. Anda juga bisa memanfaatkan kanal edukasi keamanan dari regulator untuk memahami tren penipuan.

Bila Anda kesulitan menemukan menu atau verifikasi, prioritas pertama tetap mengamankan akun. Anda dapat menghubungi layanan resmi BRI melalui jalur yang terverifikasi di website BRI. Hindari mencari nomor layanan di media sosial yang tidak resmi.

Tabel Ringkas: Risiko Umum vs Perlindungan Safety Mode

RisikoDampak PotensialPeran Safety Mode
Ponsel hilang/dicuriAkses aplikasi oleh pihak lain, transaksi ilegalBatasi transaksi keluar dan paparan data sensitif sementara
Phishing/OTP bocorPeretas dapat masuk dan menguras saldoMemberi jeda aman untuk ganti PIN, audit perangkat, dan lapor
Login mencurigakanPenyusup mengamati atau memodifikasi pengaturanPerketat autentikasi dan hentikan aksi berisiko
Jaringan publik tidak amanIntersepsi data, manipulasi sesiMinimalkan aktivitas berisiko hingga jaringan lebih aman

Studi Kasus dan Checklist Praktis Sebelum, Saat, dan Setelah Menggunakan Safety Mode

Studi Kasus 1: Ponsel tertinggal di transportasi umum. Begitu menyadari ponsel hilang, pengguna meminjam ponsel keluarga untuk mengakses BRImo via perangkat lain atau segera membuka jalur bantuan resmi BRI. Ia mengaktifkan Safety Mode untuk menghentikan transaksi keluar, lalu mengganti kredensial penting yang terhubung, misalnya email pemulihan dan PIN. Setelah mengambil alih kembali akunnya, ia menghapus sesi pada perangkat lama melalui menu perangkat tepercaya. Hasil: tidak ada transaksi tidak sah selama Safety Mode aktif, sementara pemulihan akun berjalan lebih tertib.

Studi Kasus 2: Tautan phishing di grup chat. Pengguna tidak sengaja mengetikkan data di situs palsu yang meniru halaman bank. Dalam 5 menit, muncul notifikasi percobaan login. Ia langsung mengaktifkan Safety Mode, menghapus cache browser, mengganti semua kata sandi yang berkaitan, serta mengaktifkan notifikasi transaksi. Setelah audit mutasi aman, ia menonaktifkan Safety Mode dan melanjutkan aktivitas normal.

Checklist praktis sebelum mengaktifkan: pastikan Anda memahami konsekuensi sementara, seperti pembatasan transaksi; identifikasi alasan jelas Anda mengaktifkan Safety Mode, agar langkah lanjutan lebih fokus; siapkan rencana pemulihan, misal daftar akun yang perlu ganti PIN. Saat Safety Mode aktif: jangan panik, prioritaskan penggantian kredensial; audit perangkat tepercaya dan sesi login; cek mutasi terakhir dan catat anomali; hubungi layanan resmi jika Anda curiga ada transaksi yang lolos. Setelah menonaktifkan: pantau notifikasi untuk beberapa hari; lakukan edukasi ulang keluarga soal modus penipuan terbaru; pertimbangkan menambahkan lapisan keamanan seperti biometrik, notifikasi SMS atau email, dan pembatasan limit transaksi sesuai kebutuhan.

Baca Juga  ASABRI Tingkatkan Layanan, ASABRI Link Kini Capai 1.900 Titik Sejak 2019

Pengalaman lapangan menunjukkan bahwa kecepatan reaksi adalah faktor penentu. Safety Mode membantu Anda memangkas jeda antara kecurigaan dan tindakan, sehingga kerugian bisa diminimalkan. Menggabungkannya dengan kebiasaan digital sehat membuat Anda selangkah lebih depan dari pelaku.

Q & A: Pertanyaan Umum seputar Safety Mode BRImo

P: Apakah Safety Mode memblokir semua transaksi secara total? Jawab: Safety Mode umumnya membatasi sebagian besar transaksi berisiko. Detail pembatasan bisa berbeda mengikuti kebijakan versi aplikasi. Anggaplah ini sebagai rem darurat yang meminimalkan potensi kerugian sampai Anda menyelesaikan langkah pemulihan.

P: Berapa lama Safety Mode sebaiknya diaktifkan? Jawab: Sesingkat mungkin, tetapi cukup lama untuk menyelesaikan langkah keamanan: ganti PIN, audit perangkat, dan verifikasi mutasi. Setelah yakin aman, nonaktifkan agar Anda dapat kembali bertransaksi normal.

P: Apakah mengaktifkan Safety Mode mempengaruhi saldo atau bunga? Jawab: Tidak. Safety Mode adalah lapisan keamanan, bukan perubahan pada rekening. Fitur ini fokus pada pembatasan aktivitas transaksi berisiko, bukan memodifikasi saldo atau ketentuan finansial.

P: Saya tidak menemukan menu Safety Mode di BRImo, bagaimana? Jawab: Pastikan aplikasi sudah diperbarui melalui toko resmi. Jika masih belum terlihat, rujuk ke panduan di situs resmi BRI atau hubungi layanan resmi untuk konfirmasi ketersediaan fitur di perangkat Anda.

P: Apa yang harus saya lakukan jika terjadi transaksi mencurigakan meski Safety Mode aktif? Jawab: Dokumentasikan kronologi, simpan bukti seperti tangkapan layar, segera hubungi layanan resmi BRI, dan ikuti instruksi verifikasi. Tindakan cepat meningkatkan peluang pemulihan.

Kesimpulan dan Ajakan Bertindak

Ringkasnya, Safety Mode di BRImo adalah fitur pengaman darurat yang membatasi aktivitas berisiko ketika Anda menghadapi situasi genting: ponsel hilang, upaya login asing, atau dugaan phishing. Dengan mengaktifkan Safety Mode, Anda memperoleh jeda aman untuk mengamankan kredensial, mengaudit perangkat, dan berkonsultasi dengan pihak resmi. Fitur ini bukan pengganti kebiasaan digital yang sehat, melainkan komplementer yang memperkuat pertahanan Anda.

Apa langkah terbaik setelah membaca ini? Pertama, pastikan aplikasi BRImo Anda adalah versi terbaru. Kedua, cari dan pahami letak menu Safety Mode sekarang juga, sebelum keadaan darurat terjadi. Ketiga, aktifkan notifikasi transaksi agar Anda selalu tahu pergerakan dana. Keempat, latih keluarga atau rekan kerja untuk mengenali modus penipuan, terutama permintaan OTP atau tautan mencurigakan. Kelima, simpan tautan resmi BRI dan nomor kontak bantuan yang terverifikasi, sehingga saat panik, Anda tahu harus ke mana.

Anda tidak bisa memilih kapan risiko datang, tapi Anda bisa memilih kesiapan. Safety Mode memberi kendali kembali ke tangan Anda di momen yang paling krusial. Mulailah hari ini: audit pengaturan keamanan, perbarui aplikasi, dan biasakan respon cepat saat ada indikasi anomali. Semakin sering Anda berlatih skenario darurat, semakin kecil peluang pelaku memanfaatkan celah.

Ingat, keamanan finansial adalah maraton, bukan sprint. Konsistensi kebiasaan baik—mengaktifkan biometrik, menjaga kerahasiaan PIN dan OTP, serta waspada pada tautan—akan membuat Anda selangkah di depan. Siap mencoba meninjau pengaturan BRImo Anda sekarang? Jika iya, langkah kecil hari ini bisa mencegah kerugian besar esok. Dan jika Anda punya pengalaman atau tips tambahan, apa satu hal paling efektif yang pernah Anda lakukan untuk mengamankan akun digital Anda?

Outbound link bermanfaat: BRImo di situs resmi BRI, Waspada Modus Penipuan – OJK, Bank Indonesia.

Sumber: bri.co.id/brimo, ojk.go.id, bi.go.id